2911, 2019

Segenggam Iman Untuk Anak Kita

By |November 29th, 2019|Tags: |0 Comments

*Resume Buku Segenggam Iman Untuk Anak Kita

Oleh: Majidah Nur (Kepala Pengasuhan Putri Dayah Insan Qur’ani)

Penulis Buku: Ust. Muhammad Fauzhil Adhim

Harus ada perjuangan agar iman itu tumbuh, berkembang, mengakar dan menguat dalam jiwa anak-anak kita sehingga mereka bersedia meneteskan keringat untuk menyemainya. Telah terbukti dalam sejarah bahwa orang yang cemerlang pengetahuannya, disegani dan dihormati kepemimpinannya adalah mereka yang memiliki keimanan yang kuat pada Allah. Iman itu menggerakkan mereka untuk senantiasa bersungguh-sungguh dalam melakukan hal-hal yang bermanfaat baginya, termasuk belajar mendalami berbagai cabang pengetahuan. Mereka menjadi pribadi yang kuat karena mereka tidak menyandarkan harapan kecuali kepada Allah Swt semata. Tidak sibuk meratapi …

2711, 2019

Jangan Adu Otot Dengan Guru

By |November 27th, 2019|Tags: , |0 Comments

MEREKA tak hanya mendidik kita menjadi seperti sekarang ini, menggapai cita-cita, ada di berbagai profesi. Tapi mereka juga mendidik anak-anak kita, yang semestinya menjadi kewajiban kita.

Mereka tak mengharap banyak dari kita, kadang cukup sedikit peduli dari dermawan atau pemerintah. Itu cukup bagi mereka, melanjutkan abdinya untuk anak anak bangsa.

Mereka bukan malaikat, mereka manusia biasa seperti kita, tapi mereka luar biasa dalam pengabdian. Kita mungkin hanya mudah mencercanya saat anak-anak kita kena tegur atau mendapatkan hukuman akibat kesalahan yang ia lakukan.

Bahkan orang orang tertentu tajam ke mereka, menghiraukan alasan alasan logis mereka dengan alasan HAM perlindungan anak, mereka datang dengan berbagai kecaman …

2609, 2019

Tears of Sadness

By |September 26th, 2019|Tags: |0 Comments

TEARS OF SADNESS”

karya : Zaida Syakira

“Cepat!, kita harus bergegas pergi dari sini sebelum pasukan Israel kembali menjatuhkan bomnya di sekitar ini. Bawa saja barang yang diperlukan!.”

“Baik bu, apakah ibu akan mengungsi di pos pemadam kebakaran? Apakah tidak berbahaya di sana?”

“Insyaallah tidak. Cepat bawa adikmu! Kalian lebih baik berlindung di dekat gunung saja! Di sana lebih aman.”

“Tapi bu, tidakkah lebih baik kita pergi bersama saja? Bukankah ibu katakan di sana lebih aman?”

“Kalau ibu pergi kesana, kaki ibu tidak kuat untuk pergi terlalu jauh. Bisa-bisa kita berhenti di tengah jalan. Dan itu bisa memperburuk keadaan. Cepat bergegaslah! Sebelum …

Go to Top