Sebagai sebuah media besar, Serambi tidak luput dari cobaan dan rintangan. Pada masa konflik Aceh, misalnya, wartawan Serambi Indonesia kerap mendapat tekanan dalam penerbitan berita. Namun redaksi tetap memberitakan fakta kepada masyarakat namun menyediakan ruang hak jawab bagi siapapun yang merasa dirugikan atau merasa perlu untuk memberikan klarifikasi.

Demikian diungkapkan Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arifin M. Nur, dalam diskusi bersama Santri Departemen Jurnalistik Organisasi Santri Insan Qurani, saat berkunjung ke ruang kerjanya Kamis (16/1/2020).

Baca Juga:

Pimred Sambut Kunjungan Santri Insan Qurani ke Serambi Indonesia

Pimred Serambi : Jurnalis Harus Memiliki Sifat Pemberani

Pimred : Kantor Media Serambi Indonesia Tidak Pernah Tidur

Pada saat tsunami 26 Desember 2004 lalu, Zainal menerangkan bahwa wartawan Serambi juga turut menjadi korban. Beberapa di antaranya tidak ditemukan jenazahnya. “Kantor kita di Baet (Aceh Besar) juga hancur. Tapi Serambi hanya libur beberapa hari. 1 Januari 2005 kita kembali terbit dengan menggunakan mesin cetak di Lhokseumawe.” Ujar Zainal.

Kedatangan 3 santriwan dan 4 santriwati Insan Qurani disambut langsung oleh Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arifin M. Nur. Selain Pimred, dua wartawan Serambi, Mawaddatul Husna dan Misran Asri, juga turut mendampingi.

Menurut Indria Putri, anggota putri Departemen Jurnalistik Insan Qurani, kegiatan ini sangat bermanfaat baginya dan teman-temannya. Tim Jurnalistik dapat mengetahui secara langsung proses demi proses yang dilalui sebuah berita hingga diterbitkan dalam berbagai media yang dimiliki dan bekerjasama dengan Serambi, seperti koran, media online, radio, bahkan dalam bentuk video melalui Serambi on TV dan Kompas TV.

Kepada tim Jurnalistik Santri Insan Qurani, Zainal berpesan agar menjadi wartawan yang memiliki rasa keingintahuan yang besar. “Seorang wartawan harus punya rasa ingin tahu yang besar, tidak mudah menyerah.” Katanya.

“Selain itu, seorang wartawan juga harus memiliki kecerdasan dan cerdik, tidak percaya begitu saja atas informasi yang diterimanya.” Tutup sang Pimred.

Laporan dari : Indria putri
Santri Anggota Departemen Jurnalistik Organisasi Siswa Dayah Insan Qurani (OSDIQ)

Komentar Anda